Merawat Bumi berdasarkan Iman: Edukasi Ekoteologi di Jemaat HKBP Dolok Nauli Desa Horisan Ranggitgit Tapanuli Utara
DOI:
https://doi.org/10.54170/rmsjtk31Keywords:
caring for the earth, education, eco-theology, faithAbstract
Nature conservation and efforts to care for the earth will become a continuous action when these efforts become a “habit” based on ecological spirituality. Spirituality based on faith in God and the Bible. In fostering this spirituality, it must be based on biblical teachings regarding the relationship and responsibilities of humans towards other creatures. The method used in this Community Service Program (PkM) is eco-theological education based on passages from the Old and New Testaments. The results of the service show that ecotheology education helps the congregation understand environmental preservation as part of a call to faith and a form of "act of worship." This understanding is manifested through a commitment to use organic fertilizers, reduce plastic waste, plant on vacant land, and dare to rebuke environmentally destructive behaviors. These findings show that ecotheological education can encourage the transformation of faith understanding into real and sustainable ecological action.
Pelestarian alam dan upaya merawat bumi akan menjadi sebuah aksi yang berkesinambungan Ketika upaya tersebut sudah menjadi “habit” yang dilandasi spiritualitas ekologis. Spiritualitas yang didasari oleh iman kepada Tuhan dan alkitabiah. Dalam menumbuhkan spiritualitas tersebut harus didasari pada pengajaran Alkitab terkait hubungan dan tugas tanggungjawab manusia terhadap ciptaan lainnya. Metode yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah edukasi ekoteologi berdasarkan nats Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa edukasi ekoteologi membantu jemaat memahami pelestarian lingkungan sebagai bagian dari panggilan iman dan bentuk “aksi ibadah.” Pemahaman tersebut diwujudkan melalui komitmen untuk menggunakan pupuk organik, mengurangi sampah plastik, menanam di lahan kosong, dan berani menegur perilaku yang merusak lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi ekoteologi dapat mendorong transformasi pemahaman iman menjadi tindakan ekologis yang nyata dan berkelanjutan.
References
Abdoellah, Oekan S. Ekologi Manusia Dan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2017.
Butar-butar, Grecetinovitria Merliana. “Relasi Dan Eksistensi Laki-Laki Dan Perempuan Sebagai Gambar Rupa Allah Menurut Kejadian 1:26-28.” Jurnal Teologi Cultivation 2, no. 2 (2018): 34–44.
Katu, Jefri Hina Remi. “Teologi Ekologi: Suatu Isu Etika Menuju Eskatologi Kristen.” Caraka: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 1, no. 1 (2020): 65–85. https://www.bnpb.go.id/halau-jerebu-keprihatinan-para-.
Situmorang, Meditatio, Grecetinovitria M Butar-butar, and Adi Suhenra Sigiro. “EDUKASI MASYARAKAT DALAM PERANNYA TERHADAP” 4 (2024): 301–8.
Tinambunan, Victor. Merawat Ciptaan, Menghidupi Iman. Edited by Ricky Pramono Hasibuan, Frans Best, Soma Matpaung, Nelson Situmeang, Morrys Marpaung, and Mikael Harianja. 1st ed. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2025.
