Kontekstualisasi Nilai Handep Hapakat dalam Konstruksi Teologi Perdamaian pada Masyarakat Dayak Ngaju di Kabupaten Kapuas
DOI:
https://doi.org/10.54170/ya48q496Keywords:
Dayak Ngaju, Handep Hapakat, Local Wisdom, Shalom, Theology of PeaceAbstract
Handep Hapakat is a local wisdom of the Dayak Ngaju community in Kapuas Regency that embodies the values of togetherness, cooperation, solidarity, and collective responsibility. These values serve as guidelines for social life and as a foundation for building harmonious relationships among human beings, God, and the environment. This study aims to explain the meaning and implementation of Handep Hapakat, analyze the elements of peace embedded within it, and formulate a contextual theology of peace based on local cultural values. The research employs a qualitative method with a descriptive approach, using interviews, observations, and documentation studies as data collection techniques. The findings reveal that Handep Hapakat encompasses relational, solidarity, social justice, and social harmony dimensions that are consistent with the concept of shalom in Christian teachings. These findings affirm that Handep Hapakat is not merely a social tradition but also a contextual instrument for fostering just, holistic, and sustainable peace. Amid the challenges of modernization and increasing individualism, a reconstruction of the understanding of Handep Hapakat is necessary to maintain its relevance as a foundation for the development of a theology of peace in contemporary society.
References
Andriyanto, Y. D. (2024). Handep Hapakat sebagai Praxis Ekologi Integral: Analisis Ekoteologis Kearifan Lokal Dayak dalam Merespons Krisis Lingkungan. X(September). https://doi.org/https://doi.org/10.58374/sepakat.v10i2.465
Arnisyah, S. (2024). Karakter Handep Hapakat Adat Dayak Ngaju terefleksi melalui Karungut Tanduk Pamalan Karya Musir S. Seminar Nasional, (1), 2593–2599. https://doi.org/https://jurnal.umj.ac.id/index.php/SEMNASFIP/index
Banoet, F. J. (2021). Pembacaan Martabat Manusia Sebagai Teks Untuk Konstruksi Budaya Damai ala Levinas dan Murdoch. Jurnal Teologi Cultivation, 4(2), 84–110. https://doi.org/10.46965/jtc.v4i2.166
Darnita, C. D., Astrinitasillahi, Fikri, & Muslimah, H. (2021). Handep Hapakat dalam Pemasangan Bendera Merah Putih Untuk Memperkuat Identitas Nasional dan Moderasi Beragama Pada Masyarakat Kelurahan Petuk Bukit. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat 2, 250–257.
Djungan, T. D. L. (2021). Nilai Budaya Manugal bagi Pembentukan Karakter dalam Melestarikan Kearifan Lokal Masyarakat Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 2, 319–323. https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.204
Gloria, R., & Suriani, M. (2025). Membangun Perdamaian Melalui Budaya Handep Hapakat. 3(2), 104–114.
https://doi.org/https://nabisuk.iakntarutung.ac.id/index.php/nabisuk
Jake Merril Ibo. (2020). Revitalisasi Nilai-Nilai Perdamaian Dalam Dimensi Kearifal Lokal di Papua (Studi Kasus Sentani). Katalog.Ukdw.Ac.Id, 1–40. https://doi.org/http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/4382
Jasiah, & Fimier Liadi. (2021). Budaya Handep Hapakat Dalam Batana (Malan/Berladang) Suku Dayak Ngaju di Kabupaten Kapuas.
Manuputty, F., Afdhal, A., & Makaruku, N. D. (2024). Membangun Keluarga Harmonis: Kombinasi Nilai Adat dan Agama di Negeri Hukurila, Maluku. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 13(1), 93–102. https://doi.org/10.23887/jish.v13i1.73080
Maunati, Y. (2004). Identitas Dayak: Komodifikasi dan Politik Kebudayaan. LkIS.
Mustika, M., Munandar, A., Raya, U. P., & Makassar, U. N. (2026). E-Poster Audio Handep Hapakat: Eksistensi Budaya Dayak Dalam Penguatan Literasi Budaya Dan. 6, 42–53. https://doi.org/https://e-journal.upr.ac.id/index.php/parislangkis
Mustiningtyas, P., Wahono, & Sa’ida, N. (2022). Hubungan Keterampilan Menyimak Cerita Pada Anak Usia Dini Dengan Penggunaan Media Animasi Audio Visual Dalam Pembelajaran Di Kb. At-Taqwa Tahun Pelajarn 2021/2022. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(2), 6469–6477.
Pattiasina, S. M. O. (2025). Huma Betang’s Philosophy: Interreligious Harmony and Weaving of National Identity in Palangka Raya. Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 21(1), 21–30. https://doi.org/10.23971/jsam.v21i1.9348
Pramono, A., Karunia, L., Putra, B. Y., Novi, N., Naomi, K., & Jayanti, J. (2024). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Handep Hapakat Pada Masyarakat Kalimatan Tengah (Studi Masyarakat Desa Rantau Asem). JURNAL SOCIOPOLITICO, 6(2), 160–165. https://doi.org/10.54683/sociopolitico.v6i2.141
Rumsiti, N. (2022). Demokratisasi Pendidikan Islam dalam Kearifan Lokal Dayak Hapakat Basara dan Korelasinya dengan Al-Qur ’ an Pendahuluan Memperoleh pendidikan adalah hak setiap orang. 8(1), 1–18. https://doi.org/https://doi.org/10.26594/dirasat.v8i1.2779
Strategi, K., Bencana, M., Kabupaten, B., & Tengah, S. (2025). Huma: Jurnal Sosiologi. 4, 118–130.
https://doi.org/https://pdfs.semanticscholar.org/886e/468f81162cce19c3bae3b4f672601255ea7d.pdf
Widen, K. (2023). Orang Dayak dan Kebudayaannya. Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan, 12(2), 207–218. https://doi.org/10.37304/jispar.v12i2.9834
Zalukhu, A. (2025). Rekonstruksi Pela Gandong dalam Teologi Sosial dan Pendidikan Agama Kristen Berbasis Kearifan Lokal untuk Perdamaian. Skenoo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 166–184. https://doi.org/10.55649/skenoo.v5i2.162
Downloads
Published
Versions
- 2026-06-30 (2)
- 2026-10-02 (1)
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEWU HARMONI: Jurnal Sosiologi Agama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




