KEMANDIRIAN PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI PEMUDA DAERAH RAWAN BANJIR DI GEREJA KALIMANTAN EVANGELIS EKA ASI TALIO JEMAAT PAHANDUT
DOI:
https://doi.org/10.54170/6djta647Keywords:
Ministry Independence, Youth Economic Empowerment, Evangelical Kalimantan Church, Flood-prone Areas, Catfish Cultivation, Diakonia TransformativAbstract
Disaster-prone areas such as floods pose multidimensional challenges, including in the sustainability of church services and the economic empowerment of its congregations, especially youth. This study aims to analyze and build the independence of ministry and economic empowerment of youth in the Evangelical Kalimantan Church (GKE) Eka Asi Talio Pahandut Congregation, which is located in a flood-prone area. The research method applied is Participatory Action Research (PAR), with the main program of assistance in the cultivation of catfish livestock in buckets (budikdamber) as a flood-resistant business model. Through a cyclical approach of planning, action, observation, and reflection that actively involved 25 youth of the congregation, this study measured the impact of the program on service independence and economic capacity building. The results of the study showed a significant increase in youth participation in the field of ecclesiastical ministry by 70%, an increase in entrepreneurial skills by 80%, and an increase in the economic contribution of youth to church activities by 75%. The discussion revealed that the integration between spiritual guidance and contextual economic empowerment creates a sustainable and independent service model. The implications of this research offer a new paradigm in the education of applicable Christianity, in which the church is not only the center of worship but also an agent of empowerment that addresses the concrete problems of the congregation. The main conclusion states that the PAR approach with the budikdamber program has proven to be effective as a problem-solving method that increases the resilience and independence of young Christian communities in disaster-prone areas. The novelty of this research lies in the theological-praximal synthesis between the concept of transformative diakonia and adaptive populism economics designed specifically for the geographical and demographic context of flood-prone areas in Kalimantan.
References
Andayani, R. (2019). Kearifan Lokal dan Ekonomi Berkelanjutan. Bandung: Lingkar Ilmu.
_____ (2019). Kebijakan Publik dan AdaptasiBencanaBerbasisKearifanLokal. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). "DampakBanjirterhadapKehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Palangka Raya Hilir.
Hakim, N. (2019). Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Kearifan Lokal. Jakarta: Cendikia Nusantara.
Haryanto, S. (2019). Adaptasi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir: Kajian Empiris. Bandung: Akademia Press.
Hidayat, M. (2019). KebijakanMitigasi BencanaBerbasisKearifanLokal di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Hijau.
Hidayat, T. (2022). PemanfaatanSumber Daya Alam dalam Ekonomi BerbasisKomunitas di Daerah Banjir. Jakarta: Pustaka Alam.
Irawan, D. (2021). DimensiReligiusdalamPengelolaanSumber Daya Alam Berbasis Adat. Bandung: Pustaka Islami.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2023). "Potensi dan TantanganBudidaya Ikan Air Tawar di Indonesia."
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). "Laporan Kondisi Lingkungan Hidup Indonesia."
Kementerian Sosial. (2021). Laporan Tahunan Program Bantuan Usaha Mikro di Daerah Rawan Bencana. Jakarta: Pemerintah Indonesia.
Kurniawan, D. (2021). Strategi Pendampingan Ekonomi di Wilayah Bencana. Malang: Nusantara Publishing.
Nugraha, H. (2018). Peran Kearifan Lokal dalam Ketahanan Ekonomi. Semarang: Ilmu Jaya.
Prasetya, M. (2020). Ekonomi BerbasisKomunitas dan KetahananBencana. Bandung: Akademia Press.
Prasetyo, B. (2018). AnalisisDampak Ekonomi dariBencanaBanjir di Indonesia. Jakarta: Pustaka Bencana.
Purwanto, Y. (2019). Kebijakan Ekonomi BerbasisKomunitas. Surabaya: Media Citra.
Rahman, A. (2021). InterpretasiKejadian 1:28 dalamKonteksLingkungan dan Manusia. Bandung: Institut Agama Islam Negeri.
Setiawan, F. (2021). Ekonomi Berkelanjutan dan TeologiLingkungan. Bogor: Lingkungan Citra.
Setiawan, R. (2020). KearifanLokaldalamPengelolaanSumber Daya Alam di Daerah Bencana. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Setiawan, Y. (2022). KearifanLokal dan Ketahanan Masyarakat dalamMenghadapiBencana. Yogyakarta: Penerbit Bina Nusantara.
Saptana, et al. (2020). Analisis ketahanan pangan di kawasan pertanian lahan basah: pendekatan ekologi dan ekonomi. Journal of Wetland Agriculture.
Soemarwoto, O. (1983). EkologiLingkungan Hidup. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sulaiman, A. (2017). Perspektif Teologi dalam Pengelolaan Lingkungan. Jakarta: Inspirasi Press.
Suparman, A. (2021). Integrasi Nilai Agama dan Kearifan Lokal dalam Manajemen Risiko Bencana. Jakarta: LIPI Press.
Suriana, R. (2020). Pengaruh Kearifan Lokal Terhadap Ketahanan Bencana. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
Surya, D. (2021). Pendampingan Ekonomi dan Peran Lembaga Non-Pemerintah di Daerah Banjir. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
Susanto, A. (2018). Pendampingan Ekonomi BerbasisKearifanLokal. Yogyakarta: Pustaka Bangsa.
Sutopo, B. (2018). KearifanLokaldalamMitigasiBencana di Indonesia. Jakarta: Penerbit Nusantara.
Utami, S. (2020). PerspektifKeagamaandalamPengelolaanSumber Daya Alam BerbasisKomunitas. Bandung: Pustaka Islami.
Wibisono, M. (2020). Pendampingan Ekonomi di Daerah BencanaBanjir. Bandung: Mandala Pustaka.
Wijaya, B. (2020). Ketahanan Ekonomi dan KearifanLokal di Daerah Rawan Bencana. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Wiryanto, A. (2019). Pemberdayaan Ekonomi di Wilayah Rawan Bencana. Jakarta: Nusantara Press.
