Menghidupi Iman di Tengah Minoritas: Pendekatan Teologi Kontekstual pada Jemaat GKE Panenga
Keywords:
Contextual Theology, Minority Christian, Church Ministry, GKE Panenga, FaithAbstract
Abstract
This paper discusses contextual theology in the life of a new congregation living in a minority Christian environment, namely the congregation of GKE Panenga. The purpose of this study is to understand how the congregation lives out its faith amidst social, cultural, and religious challenges in the surrounding community. This study uses a qualitative descriptive method through observation and reflection on congregational life. The results show that contextual theology helps the congregation maintain faith, build harmonious relationships with the surrounding community, and carry out church ministry wisely and adaptively. Thus, contextual theology becomes an important approach for churches in living out Christian faith in pluralistic contexts.
Abstrak
Tulisan ini membahas teologi kontekstual dalam kehidupan Jemaat GKE Panenga sebagai jemaat yang hidup di tengah lingkungan mayoritas non-Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana jemaat menghidupi imannya di tengah tantangan sosial, budaya, dan keagamaan dalam lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan refleksi terhadap kehidupan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi kontekstual membantu jemaat mempertahankan iman, membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar, serta melaksanakan pelayanan gereja secara bijaksana dan adaptif. Hal tersebut tercermin dalam semangat gotong royong dan kebersamaan antara jemaat dengan masyarakat yang majemuk. Dengan demikian, teologi kontekstual menjadi pendekatan penting bagi gereja dalam menghidupi iman Kristen di tengah masyarakat plural.

