Estetika dalam Liturgi:
Pengaruh Musik Kontemporer dan Nyanyian Rohani Kontemporer dalam Ibadah terhadap Spiritualitas Naposobulung HKBP
DOI:
https://doi.org/10.54170/epwhrb87Kata Kunci:
Naposobulung, Musik Kontemporer, Nyanyian Rohani Kontemporer, Liturgi, HKBPAbstrak
Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengalami perubahan yang signifikan dalam praktik liturgi, termasuk dalam aspek musik dan nyanyian. Tradisi musik himnal yang sebelumnya memiliki akar yang kuat dalam penggunaan Buku Ende dan Buku Logu kini mengalami pergeseran akibat masuknya musik kontemporer dan nyanyian rohani kontemporer, di dalamnya termasuk lagu-lagu pop rohani yang semakin populer di kalangan generasi muda (naposobulung). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana musik kontemporer dan nyanyian rohani kontemporer memengaruhi spiritualitas naposobulung serta identitas liturgi HKBP yang selama ini dibangun berdasarkan estetika Lutheran. Melalui kajian teologis dan analisis budaya musik, penelitian ini menyoroti ketegangan antara pelestarian tradisi dan kebutuhan akan inovasi dalam ibadah, serta dampaknya terhadap kesinambungan liturgi dan keterlibatan spiritual jemaat muda di tengah perubahan zaman. Hasil dari studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman gereja dalam menyikapi dinamika musikal liturgis secara kontekstual dan teologis
Referensi
Dickinson, E. (1902). Music in The History of The Western Church. Charles Scribners Sons.
Howard, J., & Streck, J. (2004). Apostles of Rock: The Splintered World of Contemporary Christian Music. University Press of Kentucky.
Jumaroh, I. (2025). Peran Musik dalam Ibadah Kristen: Tinjauan Sitematis Terhadap Dimensi Liturgis dan Spritualitas. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 5(4).
Kartawidjaja, Y. E. (2021). Music in Martin’s Luther Theology. Vandenhoeck & Ruprecht.
Lumbantobing, D. (2017). HKBP do HKBP: Penggalian Teologis dalam Sejarah, Tradisi, dan Dogma HKBP. BPK Gunung Mulia.
Lumbantobing, D. (2018). Tumbuh Lokal Berbuah Universal. BPK Gunung Mulia.
McClure, J. S. (2011). Mashup Religion: Pop Music and Theological Invention. Baylor University Press.
Pakpahan, B. J. (2014). Analisis Kritis Liturgi Perjamuan Kudus Huria Kristen Batak Protestan. Indonesian Journal of Theology, 2(1).
Sihombing, H. (2023). Analisis Kritis terhadap Penggunaan Nyanyian Rohani Kontemporer di Ibadah Minggu Sore Gereja HKBP Pardamean Pematangsiantar. Manna Rafflesia, 9(2).
Sjahthi, H., & Wibowo, M. (2025). Peran Musik Gerejawi dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini menurut Perspektif Alkitab. Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja, 5(1).
Smith, J. K. A. (2009). Desiring The Kingdom: Worship, Worldview, and Cultural Formation. Baker Academic.
Smith, J. K. A. (2016). You Are What You Love: The Spiritual of Habit. Baker Academic.
Smith, L. T. (2021). Decolonizing Methodologies. Bloomsbury.
Steinitz, P. (1975). German Music Church. Dalam A. Lewis & N. Fortune (Ed.), The New Oxford History of Music Vol. V : Opera and Church Music 1630-1750. Oxford University Press.
Stowe, D. W. (2011). No Sympathy for the Devil: Christian Pop Music and The Transformation of American Evangelicalism. Univesity of North Carolina Press.
Toisuta, J. S. (2023). Degradasi Nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen Pada Masa New Normal Akibat Pandemi Covid-19. Jurnal Apokalupsis, 14(2).
Williams, D. (2004). Charismatic Worship. Dalam P. E. Engle & P. A. Basden (Ed.), Exploring The Worship Spectrum. Zondervan.



